Edukasi Pasien Seputar Diabetes

Senin, 22 November 2021 – Alhamdulillah di Hari Senin pagi Klinik Ibnu Sina Rapak melakukan kegiatan edukasi kesehatan kepada pasien yang berkunjung ke klinik. Materi edukasi di Hari Senin ini yaitu pengetahuan seputar penyakit kencing manis/diabetes, yang disampaikan oleh dr. Fahmi Zamawi, M.Kes.

Penyakit diabetes merupakan penyakit yang cukup berbahaya dan dapat menyerang siapapun, baik usia muda maupun tua. Untuk itu, setiap orang diharapkan untuk lebih waspada terhadap diabetes, mulai dari mengetahui penyebabnya serta tanda-tanda penyakit diabetes.

Diabetes merupakan penyakit kronis atau jangka panjang yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah (glukosa) hingga di atas normal.

Apa penyebab utama diabetes?

Adanya gangguan dalam tubuh yang membuat tubuh tidak mampu menggunakan glukosa darah ke dalam sel, sehingga menjadikan glukosa menumpuk dalam darah. Gangguan tersebut bergantung pada tipe diabetesnya.

Terdapat 2 tipe diabetes, yaitu diabetes tipe 1 dan tipe 2. Untuk diabetes tipe 1, gangguan tubuh disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang biasanya menyerang virus dan bakteri malah menyerang sel penghancur insulin. Hal ini membuat tubuh kekurangan bahkan tidak bisa memproduksi insulin. Padahal, insulin berperan untuk mengubah gula menjadi energi. Oleh karena tidak adanya insulin, terjadilah penumpukan gula dalam darah.

Untuk diabetes tipe 2, tubuh dapat memproduksi insulin dengan normal. Namun, insulin yang ada tidak digunakan dengan normal. Hal ini juga biasa disebut dengan resistensi insulin.

Siapa saja yang beresiko tinggi terkena diabetes?

Orang-orang dengan kelebihan berat badan dan yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit diabetes, memiliki resiko yang lebih besar untuk mengidap diabetes. Diabetes tidak mengenal usia. Baik muda ataupun tua dapat memiliki resiko yang tinggi terkena penyakit ini.

Bagaimana gejala atau tanda-tanda orang yang terkena diabetes?

Untuk gejala umum penyakit diabetes beberapa diantaranya yaitu sering merasa lapar dan haus, bertambahnya frekuensi buang air kecil, dan luka yang sulit sembuh. Ada pula yang bergejala sering mengalami infeksi, seperti infeksi pada kulit, gusi, saluran kemih, dan vagina.

Adapun gejala lainnya seperti gatal-gatal, nyeri kaki, bibir kering, muncul bercak hitam di beberapa bagian tubuh. Apabila anda menemukan gejala seperti di atas, segera konsultasikan dengan dokter. Jangan melakukan diagnosa sendiri yang bisa saja malah membahayakan kesehatan tubuh.

Lantas, bagaimana pengobatannya?

Pada umumnya, pengobatan penyakit diabetes dilakukan dengan perbaikan pola makan dan juga gaya hidup. Penderita diabetes diwajibkan untuk lebih banyak mengkonsumsi buah dan sayuran, serta mengganti asupn gula dengan pemanis yang lebih aman. Selain itu, penderita diabetes juga harus aktif berolahraga rutin.

Pengobatan di atas tentunya juga disertai dengan obat-obatan medis yang diresepkan oleh dokter. Untuk kasus tingkat lanjut juga disertai dengan tindakan medis lainnya. Seluruh pengobatan diabetes harus dengan anjuran dan dalam pantauan oleh dokter spesialis penyakit dalam. Tidak diperbolehkan bagi pasien melakukan self-diagnose (diagnosa mandiri) dan melakukan pengobatan sendiri tanpa berkonsultasi dengan dokter.

Semoga artikel ini dan kegiatan edukasi kesehatan yang diadakan Klinik Ibnu Sina bermanfaat. Apabila merasakan keluhan kesehatan, jangan ragu untuk mengunjungi fasilitas kesehatan agar segera ditangani oleh ahlinya.