Pentingnya Vaksin Influenza di Masa Pendemi

Saat ini masyarakat menghadapi kekhawatiran akan merebaknya pandemi COVID 19. Infeksi yang menyerang sistem pernapasan ini berbeda dengan virus influenza, namun serupa gejalanya (demam,batuk,pilek,sesak). Kerancuan akan gejala yang mirip ini membuat mudahnya seseorang menduga COVID 19 orang yang mengalami influenza.

Virus penyebab Influenza diantaranya berasal dari golongan rhinovirus. Virus ini menyebar dari manusia ke manusia baik pada anak,remaja maupun orang tua. Infeksi rhinovirus bisa terjadi sepanjang tahun, tapi paling sering di musim penghujan. Sedangkan COVID-19 disebabkan oleh virus dari golongan coronavirus, dimana tingkat kematian masih terus meningkat hingga saat ini.

 

Vaksin Influenza membantu mencegah seseorang terkena infeksi flu, sehingga daya tahan tubuh menjadi lebih baik dalam menghadapi virus, tidak mudah sakit serta manfaat lainnya yaitu mengurangi pembiayaan akan pengobatan maupun pemeriksaan lab ( rapid maupun pcr ) untuk menyingkirkan kemungkinan diagnosa COVID 19.

Saat ini tersedia vaksin dengan dua jenis, trivalent dan quadrivalent. Perbedaannya vaksin tersebut pada komposisinya. Trivalent merupakan vaksin dengan kandungan dua galur virus infuenza (H1N1 dan H3N2), serta galur virus influenza B. Untuk vaksin influenza jenis quadrivalent mengandung dua galur virus influenza A (H1N1 dan H3N2), serta dua galur virus influenza B.

Vaksin Influenza aman diberikan kepada anak diatas 1 tahun, remaja,ibu hamil,orang berusia lanjut, pasien dengan penyakit imun maupun pasien dengan penyakit paru menahun untuk memperkuat daya tahan tubuh mereka. Efek samping dari pemberian vaksin berupa reaksi alergi, namun hal ini jarang terjadi. Vaksin tidak boleh diberikan kepada bayi berumur kurang dari 6 bulan, pasien dengan kelainan saraf akibat penyakit Guillain Barre Syndrome, pasien yang sedang demam, pasien yang mendapatkan vaksin lain dalam 4 minggu terakhir.

Segera lakukan vaksin jika anda adalah orang yang mengutamakan kesehatan.Pemberian Vaksin Influenza telah terbukti efektif menurunkan angka kesakitan. Lebih baik mencegah daripada mengobati, Jika ada pertanyaan mengenai vaksin influenza lebih jauh, dapat menghubungi Klinik Ibnu Sina Rapak atau korespondensi dengan dokter (rizkiamulyasari@gmail.com).

 

Sumber:

1.Thevarajan I., Nguyen T.H.O., Koutsakos M., Druce J., Caly L., Van de Sandt C.E. Breadth of concomitant immune responses prior to patient recovery: a case report of non-severe COVID-19. Nat Med. 2020;26:453–455. [PMC free article] [PubMed] [Google Scholar]

2. Koutsakos M., Wheatley A.K., Loh L., Clemens E.B., Sant S., Nüssing S. Circulating TFH cells, serological memory, and tissue compartmentalization shape human influenza-specific B cell immunity. Sci Transl Med. 2018;10(428):1–15. [PubMed] [Google Scholar]

3.Zheng J., Perlman S. Immune responses in influenza A virus and human coronavirus infections: an ongoing battle between the virus and host. Curr Opin Virol. 2018;28:42–52. [PMC free article] [PubMed] [Google Scholar]

4.Abdella R., Aggarwal M., Okura T., Lamb R.A., He Y. Structure of a paramyxovirus polymerase complex reveals a unique methyltransferase-CTD conformation. Proc Natl Acad Sci. 2020;117(9):4931–4941. [PMC free article] [PubMed] [Google Scholar]

5.Horns F., Dekker L.C., Quake S.R. Memory B cell activation, broad anti-influenza antibodies, and bystander activation revealed by single-cell transcriptomics. Cell Rep. 2020;30:905–913. [PubMed] [Google Scholar]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *