Sejarah Poliklinik Ibnu Sina Balikapan

Poliklinik Ibnu Sina Balikpapan yang didirikan oleh BDI Pertamina adalah sebagai sarana dakwah dalam bentuk Layanan Kesehatan Umat yang didirikan di Balikpapan sesuai dengan penerbitan dan SITU Walikotamadya kepala Daerah Tk.II Balikpapan pada tanggal 25 Januari 1995 dan pemberian Surat Izin Tempat Usaha pada tanggal 09.02.1995 yang telah terdaftar dalam buku Induk No.1136/SKPP/EKO/U/1995/195 pada saat itu Ibnu Sina di bangun diatas tanah seluas 5m x 9m dengan nama Pemilik Bangunan Pertamina unit IV Balikpapan.

Sebagai bentuk Layanan Kesehatan Umat yang telah berlangsung lebih dari delapan belas tahun Poliklinik Ibnu Sina ikut memberikan Pelayanan Kesehatan  dan pengobatan bagi masyarakat umum di kota Balikpapan.

Dengan semakin meningkatnya jumlah kunjungan pasien setiap tahunnya Poliklinik Ibnu Sina berusaha untuk memperbaiki dan meningkatkan kwalitas pelayanannya, dan awal perkembangannya yang hanya memiliki 1 (satu) sarana di Poli Umum , poli Gigi dan pelayanan KIA.

Kini Ibnu Sina telah memiliki beberapa fasilitas pelayanan kesehatan danbeberapa penambahan sarana fisik serta peralatan yang memadai. Jenis pelayanan yang semula terdiri dari dokter Umum, dokter
Gigi dan praktek Bidan kini semakin berkembang dengan adanya praktek
dokter ahli kebidanan dan kandungan, dokter ahli penyakit dalam, dokter
ahli bedah, praktek fisioterapi , Laboratorium klinik , rumah bersalin selama 24 jam dan URD.

Usaha pengembangan klinik Ibnu Sina tersebut ternyata mendapat respon yang baik dari masyarakat disekitar khususnya dan masyarakat Balikpapan pada umumnya, hal ini terlihat dari data jumlah kunjungan pasien yang setiap bulanya kurang lebih 6000 kunjungan / bulan.

Selain kunjungan pasien umum yang semakin meningkat pasien kerjasama dari berbagai perusahaan dan instansi pemerintah pun semakin bertambah, diantaranya adalah kerjasama dengan PT.Askes dan PT. Jamsostek . sejalan dengan misi islam yang diembanya, Poliklinik Ibnu Sina turut membantu pemerintah menyediakan pelayanan kesehatan dan pengobatan yang terjangkau dan juga memberikan pelayanan pengoobatan Cuma-cuma pada pakir miskin, muzakir dan keluarganya , Hal inilah yag menuntut Ibnu Sina untuk menjadi Pusat Pelayanan Islam yang akan diwujudkan dalam bentuk Rumah Sakit Islam Ibnu Sina, karena Poliklinik Ibnu Sina mempunyai tujuan untuk memberikan pelayannan kesehatan yang bersifat sosial/ekonomi yaitu suatu usaha yang bersifat sosial namun diusahakan agar bisa mendapatkan surplus keuangan dengan cara pengelolaan yang proposional serta penyelenggaraan upaya kesehatan yang bersifat penyembuhan dan pemulihan pasien khususnya serta masyarakat Kota Balikpapan umumnya dengan tidak meninggalkan nilai – nilai islam.